Wanita dan HIV

Artikel: Lembaran Informasi No.9: Wanita dan HIV - Masalah Haid
Tanggal: 6 Oktober 1997
No.: 5.8
Penulis/Sumber: Lembar Informasi GMHC Treatment

Apa Saja yang Termasuk Masalah Haid?

Odha wanita mengalami berbagai macam perubahan dalam haid mereka. Perubahan tersebut mencakup haid yang tidak teratur, frekuensi haid yang berkurang atau berlebih, haid yang lebih berat atau ringan, haid yang lebih menyakitkan dan gejala prahaid yang memburuk. Odha wanita juga mengeluarkan gumpalan atau darah haid yang lebih pekat dari biasanya.
Masalah haid yang paling sering terjadi pada Odha wanita adalah tidak mengalami haid sama sekali. Keadaan ini disebut Amenore. Wanita yang tidak mendapat haid mengalami nyeri panggul, pembengkakan payudara atau pun hot flashes.
Haid yang berat bisa mengakibatkan kehilangan banyak darah, yang bisa mengarah pada rendahnya sel darah merah atau anemia. Anemia bisa membuat Anda lelah, lemah dan sesak nafas. Namun, infeksi HIV serta pengobatan HIV itu sendiri bisa menyebabkan anemia. Oleh karena itu, penting untuk mencari penyebab anemia yang sebenarnya.


Apakah HIV Menyebabkan Masalah Haid?

Masalah ini masih belum jelas. Sistem reproduksi wanita dan siklus haid sangat rumit. Sudah diketahui bahwa hormon wanita (estrogen dan progesteron) bisa berkaitan dengan sistem kekebalan tubuh. Juga diketahui bahwa hormon testosteron pada pria dengan HIV positif lebih rendah dari normal. Jadi, masuk akal bila masalah pada sistem kekebalan tubuh mungkin menyebabkan perubahan pada hormon wanita. Perubahan itu bisa mengakibatkan ketidakteraturan haid.
Penelitian terhadap tingkat testosteron pada pria dengan HIV positif pernah dilakukan. Pria yang tingkat testosteronnya rendah sering mengalami kehilangan massa otot, kehilangan berat badan, dan penurunan nafsu seksual. Penggantian testosteron bisa dilakukan dengan suntikan atau penambahan. Dan setelah terapi, keadaan tersebut menjadi lebih baik. Di sisi lain, penelitian tentang fungsi hormon wanita pada wanita dengan HIV positif belum memadai.
Penyakit kronis dan kehilangan berat badan juga menyebabkan wanita berhenti haid. Jadi, pada banyak Odha wanita yang sakit parah dan kehilangan banyak berat badan dapat mengalami henti haid.

Bagaimana Mengetahui Masalah Haid?

Bila anda mengalami perubahan siklus haid, segera bicarakan dengan dokter. Anda juga harus menemui spesialis kesehatan wanita seperti seorang ginekologis atau perawat yang sudah dilatih ginekologi. Pemeriksaan panggul juga penting dilakukan. Tes darah untuk memeriksa masalah hormon mungkin perlu untuk melihat apakah masalah tersebut sudah terjadi. Masalah haid bisa mempengaruhi kesehatan fisik dan emosi Anda. Tapi, hal itu bisa didiagnosa dan diobati.
Bagaimana Mengobati Masalah Haid?
Ada banyak penyebab masalah haid. Oleh karena itu, penilaian yang tepat menjadi sangat penting. Bila hormon estrogen rendah, Anda mungkin sedang memasuki masa menopause. Menopause biasa terjadi antara usia 45-55. Bila Anda memasuki masa menopause sebelum usia 40, disebut "menopause dini". Gejala-gejala menopause meliputi hot flashes, hilangnya keinginan seksual, liang senggama mengering, rasa nyeri ketika buang air kecil, insomnia dan murung. Gejala-gejala menopause bisa diobati dengan terapi penggantian hormon (estrogen, progresteron, atau kedua-duanya). Penggantian hormon bisa membantu dari gejala-gejala yang menyusahkan tersebut. Penggantian hormon ini juga terbukti baik bagi kekuatan tulang wanita dan sistem peredaran darah dan jantung. Penggunaan estrogen saja terbukti meningkatkan risiko kanker rahim dan menimbulkan sedikit peningkatan risiko kanker payudara.
Nyeri prahaid bisa diobati dengan banyak cara, seperti istirahat lebih banyak, mengurangi stres, menambah masukan vitamin dan olahraga secara teratur. Jamu atau obat-obatan diuretik (diuresis air) bisa digunakan di bawah pengawasan dokter untuk mencegah pembengkakan dan rasa nyeri pada payudara. Antidepresan dengan dosis kecil membantu wanita menentramkan suasana hati.
Nyeri prahaid atau nyeri haid (dysmenorrhea) biasanya diatasi dengan pengobatan termasuk aspirin, ibuprofen atau naproxen, yang semuanya bisa dibeli di toko obat.

Bisakah Obat-obatan Terlarang Mempengaruhi Haid?
Beberapa obat terlarang dapat mempengaruhi haid Anda. Heroin bisa menyebabkan wanita tidak mendapat haid. Begitu juga Methadone, meskipun kemungkinannya lebih kecil. Ganja (beberapa batang sehari) terkadang bisa menyebabkan ASI dan haid terhenti. Kokain tidak menyebabkan efek tersebut. Namun, kekurangan gizi dan kehilangan berat badan bisa menyebabkan hilangnya haid. Jadi, bila kebiasaan menggunakan obat terlarang menyebabkan Anda kekurangan gizi, akibatnya Anda mungkin mengalami masalah haid.

Apakah Obat-obatan HIV Mempengaruhi Haid?

Megace, obat yang disetujui untuk HIV wasting syndrome, merupakan hormon wanita yang disebut progesteron. Penelitian klinis mengenai Megace melibatkan hanya sepuluh wanita. Dan kesepuluh wanita itu dilaporkan mengalami masalah haid. Efek samping yang paling sering dari progesteron adalah ketidakteraturan haid, pendarahan terus-menerus dan terkadang sangat banyak. Wanita yang menggunakan progesteron untuk mengendalikan kelahiran (depo-provera atau Norplant) dilaporkan mengalami sakit kepala, pendarahan dan depresi.
Obat-obatan AIDS lainnya bisa menyebabkan masalah haid, termasuk obat-obatan antiretroviral yakni AZT, ddI, ddC, dan d4T. Meskipun begitu, banyak percobaan yang melibatkan sedikit sekali wanita dan haid mereka tidak pernah diteliti.

www1.rad.net.id/aids/WARTA/WA00508.htm - 8k
1 Response
  1. Anonim Says:

    Ops..Sori gw smpt mampiir. gw cr artkl ni. ehh,ni gw share dkit y! napa sih hruz pke obat kek gt? klo obat skt Aids mnghmbt haid.waduuh? yaa kan bhy jg, tul gk?

Posting Komentar

Assalamu'alaikum wr wb. Syukron for your visiting ^_^
Jika Anda Punya Sedikit Waktu, Mohon Tinggalkan Komentar Anda Di sini...

abcs